Skip to main content

Learn from Stoicism

Beberapa bulan lalu, gue sempet talk deeply with someone. Which is dia jg bantu gue dalam pembuatan statement of purpose buat study gue. Hahaha Thankyou!
Back to topic. Jadi waktu kita lagi talking-talking, dia bilang gini sama gue "kamu baca buku nya filosofi teras. Buku ini nyeritain tentang yunani kuno. Baca ya, it will make your mind more open minded and I recommend it". Kurang lebih gitu lah kata-katanya, gue lupa. Then I bought that book a months ago.
so, I learn much from this book.But the point is
First, this book tell about stoicism (Filsafat Yunani Kuno). Stoicism tell that one key to life a happier is we can differentiate between something we can control and we can't control. What can we control? Tindakan kita, perspektif kita, ucapan kita, ekspektasi kita, internal goals kita and keinginan kita. What can't we control? perspektif orang lain, outcome thing, tindakan orang lain.
Ngomong soal keinginan. Fitrahnya manusia itu bahagia, bahagia jika keinginannya tercapai. So, cerdas-cerdas dalam menegaskan keinginan dan rancang keinginan sesuai dengan control kita sendiri. Karena kalo kita tiba-tiba terbesit sesuatu yang out of control, kita sudah siap dan tinggal mikir that "you're nothing in relation to me". I know, It's not easy to change our mind to see in another perception but we must practice it in our life
Second, it's impossible for a man to learn what he thinks he already knows. It means ga usah cape-cape debat with person yang merasa yakin dirinya benar, ga usah cape adu nasehat with person yang merasa dirinya udah ngerti, ga usah cape-cape ngajarin person yang merasa sudah tau. Buang-buang energi. Jika, perspektifnya begitu ya sudah begitu. Itu kan diluar kendali kita. Intinya hal-hal yang diluar kendali kita itu indiffirent. Jadi ga usah baper. Why? Karena baper ada sumber segala masalah.
Last, You have power over your  mind, not outside events. Realize it! and you'll find strength
Good Night, Everybody!